PELALAWAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Baru KM 11, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, memasuki hari keempat, Rabu (26/8/2026). Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Camat Pangkalan Kerinci Jhon Sro menjadi salah satu sosok yang tak pernah absen turun langsung ke lokasi. Sejak awal kejadian, ia terus mendampingi personel gabungan TNI-Polri dan tim lainnya dalam menghadapi kobaran api.
Saat ditemui di lokasi karhutla, Jhon Sro menegaskan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan keseriusan dan kerja sama seluruh pihak.
“Kita tidak boleh menyerah. Selama api masih ada, kita akan terus berupaya melakukan pemadaman bersama tim gabungan. Yang paling penting bagaimana api ini bisa kita kendalikan dan tidak meluas,” tegas Jhon Sro.
Menurutnya, kondisi di lapangan memang tidak mudah. Tim harus menghadapi medan yang sulit serta titik api yang masih memerlukan pemadaman dan pendinginan secara terus-menerus.
“Kami bersama TNI-Polri dan seluruh tim yang terlibat akan terus berada di lapangan. Kita lakukan pemadaman sekaligus pendinginan agar api tidak kembali menyala. Kita berharap dengan kerja sama semua pihak, kebakaran ini segera bisa kita atasi,” ujarnya.
Tak Sekadar Memantau, Camat Ikut Berjibaku
Jhon Sro tidak hanya memberikan arahan dari belakang. Ia terlihat ikut berjibaku bersama petugas di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kehadirannya di tengah-tengah personel menjadi bentuk keseriusan pemerintah kecamatan dalam menangani karhutla yang sudah memasuki hari keempat.
Bersama personel TNI-Polri dan tim gabungan, Jhon Sro terus berpindah dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan api dan bara yang masih tersisa dapat ditangani.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan jangan melakukan pembakaran lahan. Kondisi seperti sekarang sangat rawan, sehingga pencegahan jauh lebih penting,” pungkasnya.
Perjuangan tim gabungan di Desa Rantau Baru KM 11 masih berlanjut. Semangat Jhon Sro yang terus turun ke lapangan menjadi gambaran bahwa penanganan karhutla membutuhkan keteguhan, kebersamaan dan kerja tanpa mengenal lelah. Tak pantang menyerah, tak pulang sebelum api benar-benar padam.