Pencarian

Viral! Warga Desa Sungai Ara Diserang Penyakit Gatal dan Muntaber, Dinas Kesehatan Diminta Turun Tangan, Air Sungai Kampar Perlu Diuji

Senin, 27 Juli 2026 • 20:54:00 WIB
Viral! Warga Desa Sungai Ara Diserang Penyakit Gatal dan Muntaber, Dinas Kesehatan Diminta Turun Tangan, Air Sungai Kampar Perlu Diuji

PELALAWAN – Keluhan masyarakat Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, mendadak menjadi perhatian setelah banyak warga dilaporkan mengalami penyakit gatal-gatal. Kondisi ini disebut telah berlangsung di tengah masyarakat yang sehari-hari hidup berdampingan dengan Sungai Kampar dan memanfaatkan air sungai untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

Tidak hanya menyerang orang dewasa, penyakit gatal-gatal juga dialami anak-anak. Selain itu, sejumlah warga, terutama anak-anak, juga dilaporkan mengalami muntaber. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan adanya faktor lingkungan yang memicu gangguan kesehatan tersebut, Senin (27/7/2026).

Tokoh muda Desa Sungai Ara, Naldo, mengaku prihatin melihat banyaknya warga yang mengalami keluhan kesehatan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan mencari penyebab pasti munculnya penyakit yang dikeluhkan masyarakat.

"Saya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat seperti ini. Kami berharap Dinas Kesehatan segera turun ke lapangan, memeriksa kondisi warga, sekaligus mencari tahu apa penyebab banyaknya masyarakat yang mengalami gatal-gatal dan anak-anak yang terkena muntaber," tegas Naldo.

Menurutnya, salah satu langkah penting yang harus segera dilakukan adalah melakukan pengujian kualitas air Sungai Kampar melalui laboratorium. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah air sungai yang selama ini digunakan masyarakat masih layak atau telah mengalami pencemaran.

"Untuk mengetahui penyebab penyakit gatal-gatal dan muntaber ini, kami berharap dilakukan pemeriksaan terhadap air Sungai Kampar. Perlu diuji di laboratorium agar diketahui apakah air sungai tercemar atau tidak," ujarnya.

Naldo menjelaskan, masyarakat Desa Sungai Ara masih sangat bergantung pada Sungai Kampar untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci pakaian hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Karena itu, jika terdapat penurunan kualitas air, dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan tidak menunda penanganan persoalan tersebut. Selain pemeriksaan kesehatan terhadap warga, pemerintah juga diharapkan dapat menghadirkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang apabila ditemukan adanya masalah pada kualitas air sungai.

Masyarakat berharap hasil pemeriksaan nantinya dapat disampaikan secara terbuka agar warga memperoleh kepastian mengenai penyebab penyakit yang sedang terjadi. Dengan demikian, langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan demi melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan mengenai laporan masyarakat tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk memperoleh penjelasan dan tindak lanjut atas keluhan warga Desa Sungai Ara.

Bagikan
Sumber: Naldo

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks