Pekanbaru — Generasi muda Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dellas Akhmeidi, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau sekaligus aktivis muda asal Kota Pekanbaru, berhasil melaju ke babak final ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 yang akan digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam kompetisi bertema “Indonesia Hebat 2035” tersebut, Dellas tampil membawa gagasan inovatif melalui esainya berjudul “CHIPSKU: Menerapkan Inovasi untuk Menciptakan Solusi Cemilan Sehat yang Berkelanjutan, Ramah Lingkungan, dan Berdaya Saing Tinggi di Era Transformasi Digital.” Gagasan ini mengangkat konsep pengembangan pangan sehat berbasis inovasi yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Tidak hanya itu, keikutsertaan Dellas juga memperkuat representasi Riau dengan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Salah satu ide yang turut disorot dalam kompetisi ini adalah reinterpretasi tradisi Balimau Kasai sebagai bagian dari gerakan ekologis berbasis budaya, khususnya dari wilayah Kampar.
Dellas dinilai sebagai sosok muda yang tidak hanya mampu melahirkan ide, tetapi juga aktif dalam pergerakan mahasiswa. Perannya sebagai penulis sekaligus pemimpin organisasi menjadikannya figur yang mampu menggabungkan pemikiran kritis dengan aksi nyata di lapangan.
Keberhasilannya menembus final MEC 8 menjadi bukti bahwa anak muda daerah memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. Ia pun berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau, khususnya Pemerintah Kabupaten Kampar dan Pemerintah Kota Pekanbaru, untuk memfasilitasi keberangkatannya menuju Lombok.
“Ini bukan sekadar kompetisi pribadi, tetapi juga membawa nama daerah. Saya ingin memperkenalkan potensi Riau, termasuk kearifan lokal seperti Balimau Kasai, ke tingkat nasional. Dukungan pemerintah tentu akan sangat berarti,” ujar Dellas.
Ajang Mandalika Essay Competition 8 dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 18 Mei 2026 di Lombok. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan masa depan, mulai dari isu lingkungan hingga ketahanan pangan.
Keikutsertaan Dellas Akhmeidi sekaligus menjadi simbol bahwa perubahan tidak harus selalu dimulai dari pusat. Dari daerah, anak muda mampu hadir membawa gagasan besar dan menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.