Pelalawan – Menanggapi kritik tajam yang disampaikan oleh berbagai kalangan, termasuk dari Bendahara Keluarga Mahasiswa Pelalawan (KMP), manajemen BUMD Tuah Sekata akhirnya angkat bicara. Direktur Utama BUMD Tuah Sekata, dr. Denny Gunawan, MM, menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap kritik tersebut dan justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi serius.
Dalam keterangannya, dr. Denny Gunawan, MM menyampaikan bahwa dirinya yang baru menjabat pada tahun 2026 menyadari adanya berbagai kekurangan dalam tata kelola perusahaan sebelumnya, terutama dalam hal transparansi dan komunikasi publik.
“Kami memahami kritik yang berkembang di masyarakat. Itu adalah bentuk kepedulian. Justru ini menjadi momentum bagi kami untuk berbenah dan membangun kembali kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa selama ini BUMD Tuah Sekata belum maksimal dalam menyampaikan laporan kinerja kepada masyarakat. Namun ke depan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan perubahan secara bertahap namun terukur.
“Dalam waktu dekat, kami akan mulai membuka laporan kinerja secara berkala, termasuk rencana bisnis dan capaian usaha. Transparansi bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Denny Gunawan, MM menjelaskan bahwa kondisi internal BUMD saat ini memang sedang dalam tahap penataan ulang, baik dari sisi manajemen, unit usaha, maupun strategi bisnis. Menurutnya, hal ini membutuhkan waktu dan proses yang tidak instan.
“Kita tidak bisa memungkiri bahwa ada tantangan besar yang harus diselesaikan. Namun kami sudah menyusun roadmap pembenahan, termasuk fokus pada sektor usaha yang potensial memberikan kontribusi terhadap PAD,” jelasnya.
Terkait anggapan bahwa BUMD belum memberikan dampak signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah, ia menyebut bahwa hal tersebut menjadi prioritas utama kepemimpinannya.
“Target kami jelas, bagaimana BUMD ini benar-benar menjadi sumber pendapatan daerah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami tidak ingin hanya sekadar ada,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan, untuk turut mengawal dan memberikan masukan konstruktif terhadap kinerja BUMD ke depan.
“Kami terbuka terhadap kritik, tapi mari kita bangun bersama dengan semangat solusi. Pengawasan publik itu penting, dan kami siap diawasi,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, dr. Denny Gunawan, MM menegaskan bahwa perubahan tidak bisa dinilai dalam waktu singkat, namun komitmen untuk memperbaiki diri sudah mulai dijalankan.
“Apakah BUMD ini akan menjadi penerang atau sebaliknya, itu tergantung pada kerja nyata kita ke depan. Kami memilih untuk membuktikan, bukan sekadar menjawab,” pungkasnya.