Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Tong Sampah Organik–Anorganik dan Tugu Bola, Dorong Kepedulian Lingkungan di Nagari Dilam

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:28:00 WIB

Solok — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Nagari Dilam, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, melaksanakan program kerja unggulan bertajuk “Satu Langkah untuk Lingkungan, Satu Tugu untuk Kenangan” sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Jumat, 31/7/2026

Program tersebut diwujudkan melalui penyediaan tong sampah organik–anorganik di sejumlah titik strategis serta pembangunan tugu bola di Lapangan Sepak Bola Nagari Dilam sebagai ikon baru nagari.

Program kerja ini merupakan hasil kolaborasi seluruh anggota kelompok KKN Universitas Negeri Padang bersama Pemerintah Nagari Dilam, perangkat jorong, pemuda, dan masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dimulai dari tahap observasi, perencanaan, persiapan bahan, pembuatan tong sampah, pembangunan pondasi tugu, hingga penyelesaian akhir yang dilaksanakan secara bergotong royong.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mahasiswa bersama Pemerintah Nagari Dilam dan masyarakat, masih ditemukan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik. Sebagian besar masyarakat masih membuang sampah tanpa memilah antara sampah organik dan anorganik, sementara membakar sampah masih menjadi cara yang paling sering dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah. 

Selain itu, minimnya edukasi dan penyuluhan mengenai pengelolaan sampah menyebabkan masyarakat belum mengetahui bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda dan dapat memberikan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa KKN untuk menghadirkan program yang mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
                                                            Kondisi tersebut turut dibenarkan oleh salah seorang warga Nagari Dilam, Sarwo Edi (59 tahun).  "Kalau di sini biasanya kalau ada sampah langsung dikumpulkan, terus dibakar. Belum banyak masyarakat yang tahu kalau sampah itu ada yang cepat hancur, ada juga yang butuh waktu lama sekali untuk terurai. Sampah organik sama anorganik juga kebanyakan masih dicampur. Soalnya memang belum pernah ada penyuluhan atau edukasi tentang cara mengelola sampah. Jadi masyarakat taunya ya dibakar saja biar cepat selesai. Mudah-mudahan dengan adanya program dari adik-adik KKN ini, masyarakat jadi lebih paham, mulai terbiasa memilah sampah, dan lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan," ujar Sarwo Edi.

Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang menyediakan tujuh unit tong sampah organik dan anorganik yang ditempatkan di beberapa lokasi strategis, yakni Lapangan Sepak Bola Nagari Dilam, Kantor Wali Nagari Dilam, Jorong Batu Kijang, Jorong Batu Karak, SDN Kapalo Koto, SDN 21 Dilam, dan SDN 06 Dilam. Penyediaan tong sampah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembuangan sampah, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk mulai membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. 

Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, mahasiswa juga membangun sebuah tugu berbentuk bola setinggi sekitar 130 sentimeter di Lapangan Sepak Bola Nagari Dilam sebagai landmark baru yang menjadi simbol kebersamaan, semangat gotong royong, serta hasil kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat.                                                           Dalam pelaksanaannya, setiap anggota kelompok memiliki peran masing-masing dalam menyukseskan program kerja ini. Mulai dari proses perencanaan, pengadaan bahan, pembuatan dan pengecatan tong sampah, pembangunan tugu, koordinasi dengan pemerintah nagari, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan dilakukan secara bersama-sama.  Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata semangat kerja sama mahasiswa dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Program kerja ini juga mendapat arahan dan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bd. Welly Handayani, S.ST., M.Keb. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan program yang dilaksanakan benar-benar menjawab permasalahan yang ditemukan di tengah masyarakat.

Melalui arahan yang diberikan, mahasiswa didorong untuk menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Nagari Dilam.

Ketua Kelompok KKN Universitas Negeri Padang Nagari Dilam, Aget Sapriadi, mengatakan bahwa program ini lahir dari hasil pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan di Nagari Dilam. Menurutnya, penyediaan tong sampah dan pembangunan tugu bola tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Program ini berangkat dari hasil observasi yang kami lakukan bersama pemerintah nagari dan masyarakat. Kami melihat masih minimnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, sehingga kami berinisiatif menghadirkan tong sampah organik dan anorganik sebagai sarana sekaligus media edukasi. Kami berharap masyarakat mulai terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya, sementara tugu bola yang kami bangun dapat menjadi identitas baru sekaligus simbol kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Nagari Dilam," ujar Aget Sapriadi.

Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan oleh salah seorang warga Nagari Dilam, Gustanti (55 tahun). Ia mengaku senang karena program yang dilaksanakan mahasiswa KKN memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Program ini sangat bagus dan bermanfaat buat kami. Sekarang masyarakat sudah punya tempat sampah yang layak, jadi bisa mulai belajar membuang dan memilah sampah dengan benar. Tugu bola yang dibangun juga membuat lapangan jadi lebih bagus dan punya ciri khas. Kami berharap apa yang sudah dibuat adik-adik KKN ini bisa dijaga bersama supaya manfaatnya terus dirasakan," ungkap Gustanti.

Melalui program “Satu Langkah untuk Lingkungan, Satu Tugu untuk Kenangan”, mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang berharap dapat menumbuhkan budaya menjaga kebersihan lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Kehadiran tong sampah organik dan anorganik diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik, sementara tugu bola diharapkan menjadi ikon baru Nagari Dilam yang merepresentasikan semangat gotong royong dan kebersamaan.

Program ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.

Reporter: Redaksi
Back to top