IPM-KP Desak Bupati Pelalawan Panggil PT SHL, Mahasiswa Kritik Keras Lemahnya CSR Pendidikan

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:59:00 WIB

Pelalawan — Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Pelalawan (IPM-KP) mendesak Bupati Pelalawan agar segera memanggil pimpinan PT SHL terkait lemahnya realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan yang dinilai belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata. Sabtu, (9/5/2026)

Desakan itu muncul setelah mahasiswa menilai keberadaan perusahaan besar di Kecamatan Pelalawan selama ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa daerah.

IPM-KP menyoroti minimnya program beasiswa, kurangnya dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan mahasiswa, hingga lemahnya perhatian perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal. Kondisi tersebut dinilai sangat ironis mengingat perusahaan telah lama beroperasi dan mengambil keuntungan dari sumber daya daerah Pelalawan.

"Jangan sampai perusahaan hanya hadir untuk mengambil keuntungan dari daerah ini, sementara mahasiswa dan pelajar Pelalawan dibiarkan berjuang sendiri mengejar pendidikan. Jika CSR pendidikan tidak dirasakan masyarakat, maka patut dipertanyakan ke mana arah kepedulian perusahaan selama ini,” tegas Wakil Ketua IPM-KP.

Mahasiswa menilai program CSR pendidikan selama ini terkesan hanya menjadi formalitas laporan tahunan perusahaan tanpa dampak nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bahkan, sejumlah kalangan mulai mempertanyakan transparansi serta arah penggunaan dana CSR yang seharusnya mampu membantu meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda Pelalawan.

Di tengah besarnya aktivitas industri di wilayah tersebut, masih banyak mahasiswa asal Pelalawan yang harus berjuang dengan keterbatasan biaya pendidikan, fasilitas belajar yang minim, hingga sulitnya mendapatkan bantuan pendidikan yang layak.

IPM-KP menilai situasi ini tidak boleh terus dibiarkan. Pemerintah Kabupaten Pelalawan diminta hadir dan bersikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai belum maksimal menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat.

Mahasiswa juga mendesak adanya evaluasi terbuka terhadap realisasi CSR perusahaan, khususnya di sektor pendidikan. Mereka meminta pemerintah tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar memastikan dana CSR berjalan tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bagi IPM-KP, pendidikan bukan sekadar pelengkap administrasi perusahaan atau bahan pencitraan semata. Pendidikan adalah investasi masa depan daerah yang wajib diperhatikan oleh setiap perusahaan yang berdiri dan berkembang di tanah Pelalawan.

“Kalau perusahaan bisa tumbuh besar dari tanah Pelalawan, maka sudah seharusnya generasi muda Pelalawan juga ikut dibesarkan melalui pendidikan yang layak,” tutupnya.

Reporter: Redaksi
Back to top