Halal Bihalal IKB Jateng Pelalawan: Guyub Rukun di Tanah Rantau, Eratkan Seduluran di Tengah Ujian Ekonomi

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 12 April 2026 | 14:38:00 WIB

Pelalawan – Suasana hangat penuh nuansa kekeluargaan dan kearifan budaya Jawa begitu terasa dalam kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Ikatan Keluarga Besar (IKB) Jawa Tengah DPD Pelalawan yang digelar di kediaman Ketua DPD, H. Turmin, di Sorek 1, Kecamatan Pangkalan Kuras, Minggu (12/4/2026).

Dengan balutan adat Jawa yang kental, semangat guyub rukun dan seduluran sak lawase menyelimuti seluruh rangkaian acara. Para tamu yang hadir tampak larut dalam suasana penuh keakraban, saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebagai wujud nguri-uri tradisi leluhur.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan DPW Provinsi Dr. Kusnadi, DPD Pekanbaru yang diwakili Yuli Miftahuddin, serta Ketua Srikandi Riau Mbak Pris. Hadir pula Anggota DPRD Pelalawan H. Saniman, SE yang mewakili Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Pelalawan, serta Ketua Baznas Pelalawan H. Karmani yang turut menambah kekhidmatan acara.

Tak hanya itu, berbagai paguyuban Jawa di Kabupaten Pelalawan seperti Seruling Mas, Pakuwojo, Mukti Raharjan, dan KWS Sragen ikut memeriahkan kegiatan, bersama masyarakat sekitar Sorek dan seluruh anggota IKB Jateng DPD Pelalawan.

Dalam sambutannya, H. Turmin menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, namun menjadi sarana penting untuk merawat persaudaraan dan memperkuat kebersamaan di tanah perantauan.

“Halal Bihalal ini adalah wujud paseduluran kita. Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, kebersamaan dan kekompakan menjadi kekuatan utama kita. Yen rukun, mesthi bakal kuat,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai gotong royong serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam mendorong ekonomi kerakyatan dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, diiringi suasana penuh kehangatan khas masyarakat Jawa.

Momentum ini menjadi bukti bahwa meski berada di tanah rantau, nilai-nilai budaya seperti tepo seliro, andhap asor, dan guyub rukun tetap terjaga dan menjadi perekat kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
Halal Bihalal ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga menjadi ruang memperkuat harmoni, meneguhkan persatuan, serta menjaga warisan budaya Jawa agar tetap hidup di Bumi Melayu, Kabupaten Pelalawan.

Reporter: Redaksi
Back to top